[CERPEN] Eksperimen Awal Proyek X

diratama
By
diratama
Diratama memiliki 10 tahun pengalaman dalam investasi properti dan pasar real estat. Ia berfokus pada tren pasar dan strategi investasi jangka panjang, memberikan wawasan yang berbasis...
56 Min Read
[CERPEN] Eksperimen Awal Proyek X (Ilustrasi)

Hari-hari berikutnya, situasi semakin tegang di laboratorium. Keamanan diperketat, dan semua aktivitas dipantau dengan ketat. Aiden merasa seperti dia berada di bawah pengawasan konstan, dan keadaan ini membuatnya semakin waspada. Dia merasa tekanan dari segala arah, tetapi dia juga merasa tekadnya semakin kuat untuk mengekspos kebenaran yang dia temukan.

Beberapa minggu berlalu tanpa kejadian signifikan. Aiden terus bekerja seperti biasa, meskipun dia tahu bahwa kehidupannya telah berubah sejak dia mengambil langkah untuk mengirimkan informasi rahasia itu. Setiap hari, dia hidup dengan ketegangan dan kekhawatiran akan kemungkinan penangkapan atau konsekuensi serius lainnya.

Namun, pada suatu pagi yang tenang, ketika dia tiba di laboratorium, dia disambut dengan suasana yang sangat berbeda. Ada kegelisahan yang jelas di antara staf, dan Aiden bisa merasakan sesuatu yang tidak biasa sedang terjadi.

Dr. Elara dan Dr. Viktor memanggil Aiden ke ruang konferensi. Keduanya terlihat serius, dan Aiden merasa detak jantungnya semakin cepat.

“Aiden,” kata Dr. Elara dengan suara yang tenang tetapi tegas, “kami harus bicara tentang sesuatu yang sangat serius.”

Aiden menelan ludah, mempersiapkan diri untuk apa yang akan dihadapinya. “Ya, Tuan,” jawabnya singkat.

Dr. Viktor mengambil kata pertama. “Kami telah mengetahui bahwa ada kebocoran informasi dari laboratorium ini. Informasi rahasia tentang Proyek X telah tersebar ke publik.”

Aiden memejamkan matanya sejenak, mencoba untuk menahan diri. Dia sudah mempersiapkan diri untuk saat ini, tetapi mendengarnya secara langsung membuatnya merasa seperti terjatuh dari ketinggian yang sangat tinggi.

“Kami memiliki bukti bahwa transfer data tersebut dilakukan melalui sistem internal laboratorium,” lanjut Dr. Elara, suaranya terdengar penuh kekecewaan. “Dan kami telah memulai penyelidikan internal untuk menemukan siapa yang bertanggung jawab.”

Aiden menatap mereka dengan tenang, meskipun hatinya berdebar kencang di dalam dadanya. Dia tahu dia harus tetap tenang dan tidak mengungkapkan apa pun.

“Apakah kamu tahu sesuatu tentang ini, Aiden?” tanya Dr. Viktor dengan tatapan tajam.

Aiden menggelengkan kepala pelan. “Saya tidak tahu apa-apa, Tuan,” jawabnya mantap. Dia tahu dia harus tetap pada posisinya, meskipun tekanan semakin besar.

Dr. Elara menatapnya dengan tatapan yang mencerminkan kekecewaan mendalam. “Kamu tahu bahwa kami mempercayai kamu, Aiden. Tetapi keamanan laboratorium ini adalah prioritas utama. Kami harus menemukan siapa yang berada di balik kebocoran ini.”

“Apa yang akan terjadi sekarang?” tanya Aiden, mencoba untuk mencari tahu lebih lanjut.

Dr. Viktor menarik nafas dalam-dalam sebelum menjawab. “Kami akan terus menyelidiki dan mengumpulkan bukti lebih lanjut. Sampai kami menemukan siapa yang bertanggung jawab, kami akan memperketat keamanan dan mengawasi setiap aktivitas di laboratorium ini dengan ketat.”

Aiden mengangguk, meskipun dia merasa berat hati. Dia tahu bahwa situasinya semakin berbahaya, tetapi dia tidak bisa mundur sekarang. Keputusannya untuk mengungkapkan kebenaran adalah bagian dari dirinya yang tidak bisa dia ingkari.

Setelah pertemuan itu, Aiden kembali ke ruangannya dengan perasaan campuran antara kelegaan dan kegelisahan. Dia tahu bahwa penyelidikan internal akan terus berlanjut, dan dia harus tetap waspada terhadap setiap langkahnya.

***

Beberapa hari kemudian, ketegangan mencapai puncaknya ketika Aiden dipanggil kembali ke ruang konferensi oleh Dr. Elara dan Dr. Viktor. Mereka duduk di seberang meja dengan ekspresi yang serius.

“Aiden,” kata Dr. Elara dengan suara rendah, “kami telah menemukan bukti yang menunjukkan bahwa ada aktivitas yang mencurigakan di sistem kami beberapa hari yang lalu.”

Aiden menelan ludah, mencoba untuk tetap tenang. Dia tahu bahwa dia harus berhati-hati dalam setiap kata yang dia ucapkan sekarang.

“Kami telah melacak transmisi data yang mencurigakan ke luar laboratorium,” lanjut Dr. Viktor. “Dan kami memiliki alasan untuk percaya bahwa ini terkait dengan kebocoran informasi yang telah kami temukan sebelumnya.”

Aiden tetap diam, membiarkan mereka berbicara. Dia harus mempertahankan sikap tidak tahu apa-apa.

“Kami ingin tahu, Aiden,” kata Dr. Elara dengan suara yang tegas, “apakah kamu memiliki pengetahuan atau keterlibatan dalam kegiatan ini?”

Aiden menggelengkan kepala dengan mantap. “Tidak, Tuan. Saya tidak tahu apa-apa tentang transmisi data tersebut.”

Dr. Viktor menatapnya dengan tatapan yang dalam. “Kami tidak ingin percaya bahwa ada anggota tim kami yang akan melakukan ini. Tetapi bukti berkata lain.”

Aiden tetap diam. Dia merasa seperti segalanya berputar di sekitarnya, tetapi dia harus bertahan.

Setelah pertemuan itu, Aiden menghabiskan hari-hari berikutnya dengan ketegangan yang semakin meningkat. Dia merasa seperti dinding-dinding mulai menutupi dirinya, dan dia harus mencari jalan keluar sebelum semuanya terlambat.

***

Pada suatu malam, ketika dia kembali ke apartemennya setelah seharian penuh dengan kecemasan dan tekanan, Aiden mendapati sebuah pesan yang mengejutkan di komputer pribadinya. Pesan itu tanpa pengirim, tetapi isinya jelas dan tegas:

“Kamu harus keluar dari sana. Mereka mengetahui apa yang kamu lakukan. Saya bisa membantu kamu. Temui saya di tempat yang aman.”

Aiden terkejut. Siapa yang mengirim pesan ini? Apakah ini perangkap ataukah benar-benar ada seseorang yang bisa membantunya?

Dia duduk di depan komputernya, memikirkan langkah berikutnya dengan hati-hati. Dia merasa seperti dia harus bertindak cepat sebelum semuanya terlambat.[]

Share This Article